WHAT'S NEW?
Loading...

Model Cantik Itu Bernama Fiksi Islami

Banyak penerbit buku Islam awalnya hanya menerbitkan buku-buku nonfiksi. Kini, dengan daya tarik fiksi islami yang laris manis di pasaran, ramai-ramai penerbit membuat divisi khusus untuknya.


Syir'atuna, Maret 2005

GADIS berjilbab itu sedang membuka-buka majalah. Mimik wajahnya serius. Ada empat bundel majalah yang menumpuk di meja, selain satu bundel yang masih ia baca. Usai dengan satu bundel, ia ambil bundel yang lain. Kadang, di sudut bibirnya nampak senyum tersungging, menunjukkan baris giginya yang putih.

Siti Aminah, alumni Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra Universitas Indonesia, ini baru saja diangkat menjadi editor redaksi seksi remaja di penerbit Gema Insani Press (GIP), yang kantor barunya berada di Jalan Ir H Juanda, Kota Depok, Jawa Barat. Sementara kantor lamanya ada di Kalibata, Jakarta Selatan.

Pekerjaan pertama Siti Aminah yang lebih akrab dengan panggilan Mimin ini adalah mencari naskah berupa karya fiksi islami untuk kemudian diedit dan dikirim ke divisi penerbitan.

Berbagai karya fiksi islami yang telah diterbitkan oleh berbagai penerbit ia jelajahi. Ia baca dan pelajari. Majalah An-Nida yang memuat berbagai cerpen islami juga menjadi sasarannya. Tidak tanggung-tanggung ia pesan lima bundel An-Nida dari edisi terakhir. Setelah ia bolak-balik isi majalah tersebut pilihannya jatuh pada cerpen-cerpen karya Pipiet Senja, salah satu penulis handal Forum Lingkar Pena (FLP).

Selain cerpennya bagus, karya Pipiet dipilih karena ia dinilai sudah memiliki nama di kalangan pembaca. Akhirnya kumpulan cerpennya diterbitkan dengan judul Rembulan Sepasi. Waktu itu memasuki bulan November 2001.

“Pihak pimpinan perusahaan pada waktu itu melihat bahwa karya-karya fiksi islami memiliki prospek yang cukup baik,” tutur Mimin kepada syir’ah saat ditemui di kantornya, akhir Februari lalu. Di pasaran banyak beredar buku-buku fiksi islami. Penulisnya mayoritas berasal dari Forum Lingkar Pena, di antaranya Pipiet Senja, Gola Gong, dan Helvy Tiana Rosa.

Melihat peluang ini pengembangan bisnis pun dilakukan dengan membuka seksi remaja. “GIP senantiasa memperhatikan perkembangan zaman,” kata Iwan Setiawan, General Manager GIP. Iwan menambahkan bahwa GIP selalu belajar dari penerbit-penerbit yang sudah berhasil.

Mizan, misalnya, sejak tahun 1999 telah mulai membuat divisi khusus untuk karya fiksi ini, yaitu Divisi Anak dan Remaja yang disingkat DAR Mizan. “Waktu itu kita prihatin dengan karya fiksi yang tujuannya baik, tapi cara penyampaiannya kurang baik,” ujar Ali Muakhir, Manajer Redaksi DAR Mizan kepada syir’ah.

Akhirnya dibuatlah rumusan fiksi ala Mizan. “Rumusan ini selalu dicantumkan dalam buku fiksi yang kami terbitkan,” tutur Ali. Rumusan itu berbunyi: fiksi yang mengandung nilai-nilai islami, yang ringan, lincah, tetapi tetap berbobot.

Adapun GIP memang tidak memiliki bagian riset dan pengembangan, tetapi biasanya menyewa orang-orang untuk mengevaluasi manajemen penerbitannya. “Ketika ramai perang Afganistan, kita menerbitkan buku tentang perang Afganistan,” kata Iwan. “Sekarang sedang ramai-ramainya buku fiksi islami, kita pun menerbitkan itu,” sambungnya. Sebelumnya GIP telah menerbitkan banyak sekali buku dengan tema-tema yang awet seperti tema wanita dan keluarga, juga tema-tema keagamaan yang dibuat secara populer.

Semua ini semata-mata pertimbangan bisnis. “Penerbit sebagai badan usaha yang menghidupi banyak karyawan juga harus benar-benar memikirkan persoalan itu (bisnis),” kata Ali. Dan hasilnya hingga sekarang DAR Mizan telah menerbitkan dari tahun 1999 hingga bulan Februari 2005 sudah terbit 108 Judul. Meliputi novel komik remaja, novel remaja islami (NORI), dan kumpulan cerpen (Kumcer) islami.

Dari sisi format, kalau DAR Mizan memformulasikannya dengan kata ringan dan lincah, GIP menyebutnya dengan gaya yang sederhana. “Bahasa yang dibuat adalah bahasa-bahasa yang sederhana, tidak mengajari, bisa dibaca dari anak SMA sampai mahasiswa,” papar Iwan. Makanya, tema yang dipilih adalah tema-tema mengenai keluarga muslim, wanita, remaja, dan perkembangan dunia Islam yang membangkitkan solidaritas Islam.

Untuk seksi remaja pada perkembangannya tidak hanya menerbitkan kumpulan cerpen, tetapi juga berbagai jenis novel, mulai novel biasa, novel serial, hingga novel berjenis komik. Perkembangan itu muncul berkat berbagai jenis naskah yang masuk kepada penerbit GIP.

Namun tak semuanya berjalan mulus. Ada jenis produk yang kemudian dianggap gagal. Ukuran gagal, bagi GIP, adalah jika produk itu tidak direspons pasar dengan baik. “Novel komik itu termasuk yang gagal,” kata Mimin, sambil menunjuk novel komik Kidung Kembara yang ditulis oleh Pipiet Senja. Akhirnya novel berjenis komik itu kemudian tidak lagi diterbitkan.

Buku-buku fiksi islami ini pun belum mencatat rekor sebagai buku terlaris. Bagi GIP, buku yang disebut buku terlaris adalah buku-buku yang telah mencapai seratus ribu kopi. Sepanjang sejarah GIP baru sekitar delapan judul buku yang telah tercatat sebagai buku terlaris. Semuanya tentang buku yang masuk seksi wanita dan keluarga dan tata cara ibadah. “Memang tema-tema wanita dan keluarga dan tema-tema tata cara ibadah adalah tema yang awet dan selalu cetak ulang,” ungkap Iwan.

Khusus kepada penulis dalam persoalan naskah tulisan yang disepakati untuk diterbitkan, GIP menganjurkan untuk menerima royalti, alih-alih beli putus. “Karena royalti kan lebih fair. Karena kita tidak tahu buku itu laris atau tidak. Kalau laris kan manfaatnya bisa untuk penulis juga,” papar Mimin.

Royalti yang diterima pun cukup beragam berdasarkan produktivitas dan kesenioran dari penulis tersebut. Untuk pemula royaltinya 10 persen sedangkan yang paling produktif dan senior 15 persen.

GIP berusaha memperlakukan penulis sebaik mungkin. “Tetapi tidak bisa membuat penulis kaya raya seperti di Barat,” Mimin menambahkan. GIP mempermudah bagi penulis yang tidak mampu untuk mengirimkan tulisannya dalam bentuk yang sederhana. “Bahkan pernah FLP Aceh mengirimkan tulisan mereka dalam bentuk fotokopian,” ujarnya. Tulisan itu kemudian diterbitkan jadi sebuah kumpulan cerpen berjudul Senja di Baiturrahman.

Tulisan yang masuk ke penerbit biasanya diseleksi dalam waktu satu bulan. Setelah itu penulis langsung mendapatkan jawabannya, apakah tulisannya diterima ataukah tidak.

Di antara pertimbangan yang digunakan adalah segmentasi pembaca. Misalnya untuk segmen remaja, disyaratkan bahasa penyampaiannya mudah dicerna oleh remaja. Kemudian penulis juga menyampaikan selling point atau segi perbedaan karyanya dengan karyanya yang lain, atau dengan kata lain sisi menariknya di mana.

Selain itu juga GIP sebagai penerbit Islam mensyaratkan materi tulisan tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam. “Meskipun tidak secara langsung menyebutkan islami, tetapi pada inti ceritanya adalah islami,” tegas Mimin. Bahkan jika itu tentang seks, kata Mimin, asalkan diarahkan secara islami. Tidak mendorong kepada pembacanya untuk melakukan seks bebas.

Mimin memaklumi bahwa fiksi islami ataupun tidak sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Mana karya yang disebut fiksi islami dan mana yang tidak. Untuk mengatasinya, GIP menentukan sendiri batasan islami tersebut. “Bisa saja tulisan (Leo) Tolstoy disebut dengan fiksi islami jika di dalamnya mengusung nilai-nilai islami,” katanya.

Walau demikian Mimin belum berani berinisiatif untuk menerbitkan karya pengarang asing non-Islam. “Meskipun tema besarnya bagus (islami) karena ada budaya mereka yang kurang islami, jadi tidak berani. Sedangkan, hal itu tidak bisa dihilangkan dalam karya tersebut, itulah kendalanya,” katanya. [Annuri F. Hadi]





Poligami Dilarang, Perzinaan Dibebaskan

Rencana Pemerintah merevisi UU Perkawinan ditanggapi keras kalangan Muslim. Banyak yang menilai, usulan ini bukan atas dasar agama, tapi atas hawa nafsunya.



Menurut sejumlah sumber, dai kondang Abdullah Gymnastiar, alias Aa Gym, telah menikah lagi sejak tiga bulan silam. Sedangkan Maria Eva, perempuan yang berselingkuh dengan Yahya Zaini, mengaku bahwa perzinaan yang mereka lakukan berlangsung pada tahun 2004. Namun atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kedua berita itu sama-sama baru tersiar ke masyarakat pada awal Desember 2006 ini. Nampaknya Allah memang telah merekayasa demikian, untuk memperlihatkan bagaimana reaksi bangsa ini menanggapi poligami dan perzinaan. Mana yang pilih madu dan mana pula yang pilih racun.

Seperti diketahui, setelah Aa Gym melakukan jumpa pers dan mengakui bahwa ia memang telah menikah lagi, mendadak sontak banyak perempuan yang bereaksi negatif. Tak cuma para aktivis gerakan feminisme, para ibu-ibu peserta pengajian Aa Gym, banyak yang mengutarakan kekecewaan dan kecamannya.

Nursyahbani Katjasungkana misalnya. Aktivis gerakan perempuan yang juga anggota Komisi III DPR dari FKB menyatakan mendukung gerakan penandatanganan Koalisi Perempuan Kecewa Aa Gym (KPKAG), yakni kelompok yang kecewa Aa Gym menikah lagi.

''Sebagai kaum perempuan, kami tentu saja ikut sakit hati, poligami dengan alasan apa pun telah menyakiti hati kaum perempuan, " ujar Nursyahbani kepada wartawan.

Revisi PP No. 10/1983

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta, juga ikut uring-uringan. Selasa (5/12), bersama-sama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar keduanya menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna membicarakan PP10/1983 tentang pembatasan poligami. Dia ingin pembatasan itu tidak hanya bagi PNS dan anggota TNI/Polri, tapi juga berlaku bagi pejabat negara dan pegawai swasta.

Kepada wartawan Meutia mengungkapkan, Presiden menyatakan keprihatinannya dengan kasus poligami yang diterapkan tokoh masyarakat itu. Karena itu, Presiden, kata dia menyetujui untuk memperluas aturan itu. "Presiden mempunyai moral obligation (terikat secara moral) buat memperhatikan masyarakatnya," kata Meutia.

Kata Meutia, ide revisi PP 10/1983 ini, karena adanya keresahan masyarakat . "Titik tolaknya adalah keresahan masyarakat, terutama perempuan yang merasa tak diperlakukan tidak adil dalam perkawinan," ujarnya.

Poligami Liar

Anehnya, Meutia dan mereka yang anti-poligami, tidak merasa resah dan prihatin atas “poligami liar” yang dilakukan Maria Eva dan Yahya Zaini. Padahal, seperti diakui Maria, setelah berzina berkali-kali dengan anggota DPR dari Partai Golkar itu akhirnya dia hamil. Tetapi karena Yahya dan istri Yahya tak menghendaki anak dari hasil perbuatan haram mereka, Eva tidak berkeberatan untuk menggugurkan kandungannya. Maka pasangan tak bermoral itu kemudian pergi ke sebuah rumah sakit untuk membunuh janinnya itu.

Lagi-lagi Meutia juga tidak mengeluarkan kecaman atas tindakan pembunuhan janin itu. Apakah para perempuan tidak ikut merasa sakit hati dan diperlakukan tidak adil mengetahui Maria Eva dihamili di luar nikah lalu disuruh membunuh calon anaknya?

Atau andaikan mereka tidak menggugurkan kandungan, apakah kaum ibu itu tidak sedih dan sakit hati mengetahui kelak anak Maria Eva lahir tanpa bapak yang seharusnya bertanggung jawab atas nasib masa depan anak itu?

Rencana pemerintah yang akan memperketat aturan poligami, ditanggapi keras oleh sejumlah tokoh umat Islam. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi misalnya menyatakan, poligami sebaiknya tidak diatur dalam sebuah peraturan atau perundang- undangan. Menurutnya, poligami adalah masalah pribadi seseorang sehingga tidak layak jika harus diurusi pemerintah.

“Lebih baik mengurusi masalah kedisiplinan kerja dan peningkatan kinerja aparatur pemerintahan,”sebagaimana dikutip koran SINDO saat berada di Indramayu. Meski tidak secara gamblang menolak rencana revisi PP No 45/1990 ini, Hasyim Muzadi menyatakan, persoalan poligami sebaiknya dibiarkan berjalan secara alamiah.

Di hadapan ribuan kader NU Indramayu dalam acara pelantikan pengurus cabang setempat, Hasyim menyampaikan bahwa poligami adalah pilihan seseorang. Artinya, poligami menjadi tanggung jawab masing-masing individu dengan berbagai konsekuensi yang akan diperoleh.

Senada dengan Hasyim, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai, wacana poligami tidak perlu dikembangkan karena hanya akan membawa masyarakat pada perdebatan yang tidak perlu. Dia menyesalkan jika persoalan ini ditarik ke tataran politik atau kebijakan negara karena bisa kontraproduktif dalam upaya membangkitkan bangsa dari keterpurukan.

“Sementara, begitu banyak masalah bangsa yang strategis yang harus kita selesaikan, “imbaunya. Menurut Din, poligami adalah masalah khilafiyah (perbedaan pendapat) dalam Islam, terkait penafsiran terhadap ayat Al-Qur'an. Karena masalah ini adalah masalah keagamaan, dia mengharapkan semua pihak untuk berhati-hati menyimpulkannya.

Reaksi Senayan

Tak hanya tokoh NU dan Muhammadiyah, kalangan DPR juga bereaksi. Umumnya, para politisi di Senayan mengingatkan agar revisi yang dilakukan tidak sampai melanggar ketentuan agama, terutama agama Islam.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Effendy Choirie mengingatkan agar jangan sampai ada peraturan perundang-undangan, termasuk peraturan pemerintah, yang melanggar ketentuan agama. "Jadi, kalau pun mau direvisi, jangan sampai kesannya melarang poligami. Soalnya, Islam memperbolehkan poligami," ujarnya.

Kalau hasil revisi PP tersebut nanti malah terkesan membatas-batasi pelaksanaan poligami, dia menyerukan agar PP itu dihapus saja. "Agama sudah mengatur pelaksanaan poligami dengan lengkap. Jadi sudah nggak perlu lagi diatur-atur negara," tegasnya.

Pandangan yang sama juga disampaikan Wakil Ketua MPR AM Fatwa. Menurutnya, persoalan poligami harus dilihat pemerintah secara jernih dan objektif. "Jangan sampai pemerintah mengajari masyarakat untuk munafik dari hukum Allah," tuturnya. Poligami, katanya, mungkin bisa menjadi salah satu jawaban atas berbagai permasalahan sosial yang kini dihadapi. "Kita harus berpikiran terbuka," ujarnya.

Aisyah Baidlowi dari FPG mengakui bahwa poligami memang bisa menjadi jalan keluar darurat di tengah maraknya praktik perselingkuhan. "Dari sudut pandang itu, mungkin benar," katanya. Tetapi, menurut dia, tetap harus ada sisi-sisi lain yang dipertimbangkan, yaitu keadilan bagi keluarga secara keseluruhan. "Perlu benar-benar dipahami, yang dimaksud adil itu bagaimana," tandasnya.

Politikus Golkar Ferry Mursyidan Baldan menyampaikan bahwa poligami dalam konteks sosiologis masyarakat Indonesia bukanlah fenomena baru. "Tak masalah kalau praktik poligami mau diatur negara, tapi jangan menjadi seperti dilarang," ujarnya.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Al Muzammil Yusuf khawatir, jika poligami dilarang, justru akan menyemarakkan perzinaan. "Dia bukan diwajibkan, tetapi boleh. Artinya tidak harus, tetapi tidak juga dilarang. Tetapi ada prasyarat adil. Adil inilah yang perlu kita bahasakan lebih jelas. Adil dalam konteks masyarakat dimana hak wanita juga teperhatikan."

Suara Nafsu

Menurut Aa Gym, pemerintah seharusnya melarang hal-hal yang dinyatakan jelas-jelas diharamkan dan tidak melarang sesuatu yang dihalalkan oleh agama. "Berantas dulu pelacuran dan perzinaan yang masih banyak di negeri ini," kata Aa Gym saat berceramah di Masjid Raya Batam, Selasa malam. Ia mengatakan setuju dengan PP yang sifatnya menertibkan, namun harus jelas apa yang ditertibkan. "Aa setuju saja agar tertib," tambahnya.

Menurut pimpinan Pesantren Darut Tauhid Bandung ini, poligami dibolehkan dengan syarat yang berat. Karenanya, ia tidak menganjurkan jamaahnya untuk beristri lebih dari satu. "Kalau tidak ada ilmunya, lebih baik jangan," katanya.

Banyak pihak menilai, usulan merevisi UU Perkawinan hanya karena ada tokoh yang berpoligami itu sebagai sikap emosional yang lebih menonjolkan hawa nafsu semata. Menurut Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, "Mereka itu memang tidak bicara atas agama, tapi atas hawa nafsunya. Ajaran Rasulullah tidak sebodoh dan senaif yang mereka tuduhkan, justru Rasul mengangkat derajat kaum wanita yang dinikahinya," tegas dia.

Menurut anggota Komisi III DPR (bidang hukum) Patrialis Akbar, poligami justru melindungi hak-hak wanita. ''Jika poligami dilarang maka mereka akan menikah sirri (diam-diam). Istrinya jadi istri simpanan yang hak-haknya tidak dijamin. Jika poligami tidak dilarang, hak-hak perempuan dan anak-anaknya akan terjamin,'' tandas anggota Fraksi Partai Amanat Nasional itu.

Dalam Debat di SCTV dengan topik, "Poligami, Siapa Takut?" di Studio SCTV, Rabu (6/12) tadi malam, Yoyoh Yusroh dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan, agama Islam membolehkan poligami agar umatnya terhindar dari praktek perzinaan. Karenanya, ia tak keberatan andai suaminya memutuskan untuk berpoligami. Karena poligami justru memuliakan hak perempuan dan anak-anaknya, sedangkan perzinaan merupakan penghinaan terhadap perempuan.

Jadi Fir’aun?

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, meminta Presiden SBY untuk membuka mata hatinya, sehingga tahu mana yang seharusnya dilakukan.

"Pak Presiden jangan buta hatinya. Yang perlu dilarang dan diberantas adalah pelacuran dan perselingkuhan, bukan poligami. Perzinaan itu harus dihukum berat, bila perlu dirajam," demikian kata Habib Rizieq dikutip situs bisnis.com.

"Dalam Islam halal menikahi dua, tiga atau empat perempuan. Kalau sampai Pemerintah melarang poligami, apa SBY mau jadi Fir'aun yang berani menentang Allah?" tantang Habib Rizieq.

Kekecewaan yang dialami Habib juga dirasakan tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Lukman Hakiem. “Ini artinya, zina yang haram difasilitasi Pemerintah, sedangkan poligami yang halal dikriminalisasi, "ujarnya dikutip koran Duta.

Poligami dan Kejantanan

Suara pendukung poligami yang cukup menarik datang dari Ketua Pengurus PBNU, Masdar Farid Mas'udi.

Meski dikenal sebagai tokoh pendukung pemikiran liberal ini, dalam hal poligami ia berpendapat bahwa poligami adalah sesuatu yang natural alias alami sebagai penyeimbang banyaknya supply (jumlah perempuan yang ingin menikah) dengan demand (lelaki yang mampu menjadi suami).

“Jumlah perempuan selalu lebih besar dibanding lelaki yang layak menjadi suami. Poligami akan memperkecil ketidakseimbangan itu, “ ujar Masdar.

Menurutnya, sebagaimana dikutip koran Duta Masyarakat, Kamis (7/12), semua yang jantan diciptakan dengan bakat poligami. “Meski begitu, tidak hanya menguntungkan lelaki. Lembaga poligami justru untuk memenuhi hajat hidup dan hal reproduksi perempuan, “ ujarnya.
Seharusnya yang dilakukan pemerintah, kata Masdar, mendorong terjadinya poligami yang bertanggungjawab ketimbang mengkriminalisasikannya yang hanya akan memperbanyak monogami liar dan perselingkuhan yang menghinakan kaum perempuan.

Jika Jalan Terus

Jika Pemerintah SBY tetap jalan terus, melarang poligami dan membiarkan perzinaan, maka akan terulang kisah di sebuah negara sekuler di Afrika, seperti yang diceritakan Syaikh Abdul Halim Mahmud. Dikisahkan, ada seorang tokoh Islam yang menikah untuk kedua kalinya (berpoligami) secara syah menurut aturan syar`i. Namun berhubung negeri itu melarang poligami secara tegas, maka pernikahan itu dilakukan tanpa melaporkan kepada pemerintah.

Rupanya, intelejen sempat mencium adanya pernikahan itu dan setelah melakukan pengintaian intensif, dikepunglah rumah tokoh ini dan diseretlah dia ke pengadilan untuk dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Melihat situasi yang timpang seperti ini, maka akal digunakan. Tokoh ini dengan kalem menjawab bahwa wanita yang ada di rumahnya itu bukan istrinya, tapi teman selingkuhannya. Agar tidak ketahuan istri pertamanya, maka mereka melakukannya diam-diam.

Mendengar pengakuannya, kontan saat itu juga pihak pengadilan atas nama pemerintah meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalah-pahaman itu. Dan memulangkannya dengan baik-baik serta tidak lupa tetap meminta maaf atas insiden itu. Ingin seperti itu? [Cholis Akbar/Hidayatullah.com]

8 Alasan memilih PKS, rehat walkbloging



1. BUKAN Partai LIMA tahunan
Bukan partai yang kerjanya menjelang pemilu saja. PKS terus melayani masyarakat, kapanpun, di manapun.
2. Program PKS hadir untuk Masyarakat
Bakti sosial, bazaar, advokasi beasiswa dan kesehatan, pendampingan UMKM, penanggulangan bencana, semuanya untuk membantu masyarakat. Sehingga ada anggapan, “Ingat baksos, ingat PKS!”
3. Kader PKS senantiasa berusaha menjadi Insan bertaqwa dan berguna
Selalu membantu masyarakat apalagi rakyat kecil adalah hal yang selalu dianjurkan dalam proses pembinaan kader-kader PKS.
4. PKS mengedepankan Persatuan dan Kesatuan
Alhamdulillah PKS tetap kokoh, soliditas internalnya sangat terjaga yang terbingkai dalam ukhuwah Islamiyah.
5. PKS bebas KORUPSI
Tidak hanya bebas korupsi, tetap telah terbukti membongkar berbagai kasus korupsi.
6. PKS Tertib dan Santun
Jones mengakui sangat terkesan terhadap demo yang diorganisasi PKS. “Saya merasa apa yangdilakukan PKS heboh sekali. Itu sesuatu yang sangat baik, di mana ada protes, tetapi yang 100% damai. Dengan ribuan orang, tetapi sangat berdisiplin,” ungkapnya. (Sidney Jones, Jawa Pos)
7. PKS Komitmen terhadap NKRI
Bagi PKS, NKRI adalah bentuk negara yang paling sesuai dengan Indonesia.
8. PKS Partainya Kita Semua
Yang tua, yang muda, semua bekerja sama membangun bangsa.

Bangkit Negeriku! Harapan itu masih ada!

Yang terdekat dengan kita

Seorang pemuda melesat cepat dengan sepeda motornya dari arah timur. Sementara dari arah barat seorang bapak mengayuh sepedanya perlahan. Sang bapak yang baru saja pulang dari mencari rumput itu hendak belok. sementara sang pemuda terlanjur berkendara cepat.
Akhirnya...

Ban depan motor sang pemuda menghantam ban depan sepeda sang bapak pencari rumput. Sang pemuda bergulingan di atas aspalan. Orang-orang berkerumun. kepalanya bocor. darah mengalir. Wajah bagus itu terkelupas sebagian. Oh, betapa dekatnya kematian saat itu. dengan pemuda itu. lalu sedekat apa kematian kita dengan jasad ini....
Dan,
Akankah kematian itu datang saat kita sedang duduk terpaku di atas hamparan sajadah. Atau saat kita sedang lalu lalang mencari uang untuk untuk istri dan anak tersayang. atau, setelah posting blog ini selesai ditayangkan....
Ah, kematian begitu dekat....
namun terasa begitu jauh
Sehingga sering kali aku terlena...

Menikmati perjalanan blog (part 2)

Sana sini hepi. Kanan kiri hoki. depan belakang uang. inilah kenikmatan hidup yang sebenarnya diimpikan oleh sebagaian besar manusia. Termasuk menikmati blog, bagaimana dulu ketika masih jahili, ketika bermain internet, kalo tidak sibuk chat, see movie, dan cari makalah untuk jiplak, ya paling iseng cari gambar.
Tapi setelah kenal dan coba ngeblog...
Aktivitas yang diwaktu masih jahili itu dilakukan, kini mulai ditinggalkan. Aktivitas silaturahmi ini lebih asyik lewat shout , pencarian lebih menyengkan dengan trik dan tif ngeblob yang cerdas dan menyenangkan, cari gambar juga lebih yang bernilai positif untuk mengisi blog atau merias blog, dan...aktivitas lain yang lebih manfaat.
Jadi biaya ngenet yang 4.000 per jam itu bisa tergantikan beratus kali lipat manfaat bahkan materi uang yang tak terbilang...
Terlebih setelah mengenal uangpanas.com.
Aktivitas yang semula cuma buat membuang waktu dan meningkatkan trafik kini berubah haluan. Sebagian besar aktivitas ngenet lebih terarah dan menyenangkan sekaligus menghasilkan. karena ternyata rahasia-rahasia besar itu bisa diperoleh. ternyata, aktivitas yang selama ini saya anggap hal yang hebat, ternyata merupakan kekhilapan (untuk tidak mengatakan ketololan). Yah, di uangpanas.com berinternet ria dibimbing maulai langkah pertama hingga bagaimana menikmati hasil untuk lebih berhasil, menjalanai kesuksesan utnuk mendatangkan kesuksesan yang lain, dan satu hal yang sangat penting adalah bagaimana bisa sukses dan menyukseskan orang lain.
Semua itu terasa, setelah mencobanya... terimakasih Mas Haryo.

topads

ads2

Related Websites

Be Smile Be Happy

Content right

free counters

Content left

Popular Posts

Powered by Blogger.

Like us on Facebook