WHAT'S NEW?
Loading...

Open Letter to the Candidate of Paradise

Jazakillah Khairan ... Thank you so much for Sister still good to keep away from any small cracks negligence. But please tell all of my friends Sister, for they follow in the footsteps ukhti to remove their photos from Facebook and blogs them. Convey to them to refrain from the desire to show the existence of ourselves in front of men who are not eligible.

If they want to show people that they're beautiful, it is enough to show on their husbands only. Or parents and their children only. Because Allah knows all things. If they need the adulation of the beauty that God has bestowed on them, let God alone is flattering, with a return many times over will double in the hereafter.

And if they want beauty they admired, let alone their husbands who admire, and then give it a million gift of love that will never have the appeal ...

While we, the men who did not or has not been entitled to it all, let cool masyuk immersed in prayer, so that was awarded a beautiful wife and shalehah, good mother and unpretentious, teachers who are obedient and keep his dignity ...

MANISNYA MADU

Ketika tekhnologi dirgantara Indonesia masih bersinar terang di bawah institusi ernama IPTN, ada satu nama yang paling sering disebut dan dipuji B.J. Habibie, yakni Dr. Ing. Gina Puspita. Itu karena perempuan asal Bogor, Jawa Barat ini merupakan satu-satunya perempuan ahli struktur pesawat terbang yang dimiliki Indonesia kala itu.



Dr. Ing. Gina Puspita adalah salah satu muslimah lulusan terbaik dari Jerman. Citranya sebagai ahli struktur pesawat terbang makin berkilau tatkala ia menikah dengan Dr. Ing. Abdurrahman R. Effendi, juga ahli pesawat lulusan Jerman. Sebelumnya, Gina tercatat sebagai pelajar Indonesia pertama yang lulus dari universiti kejuruteraan pesawat terulung dunia, Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Espace (Ensae), di Toulouse, Perancis. Jauh sebelum ia dikenal sebagai ahli pesawat, ketika masih kuliah di ITB, Gina sudah dikenal sebagai aktifis dakwah kampus.

Sayang, politik di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini tidak mendukung perkembangan industri pesawat terbang nasional yang berada di Bandung itu. Akibatnya, ratusan ahli-ahli pesawat yang dimiliki negeri ini hengkang ke luar negeri. Mereka kini tersebar dan menjadi orang-orang penting di berbagai industri pesawat kelas dunia, seperti Boing, Fokker, Airbus dan lain-lain.

Tak terkecuali, Gina dan suaminya. Mereka kini lebih aktif di Malaysia. Di negeri jiran ini, seperti yang pernah diakuinya, Gina dan suami tetap rajin "kutak-katik" pesawat. "Tapi pesawat yang kami buat sangat besar dibandingkan pesawat di IPTN selama ini," tutur Gina, suatu saat.

Pesawat apa itu? "Kami bersama teman-teman di Rufaqa, berikhtiar membuat "pesawat terbang" yang penumpangnya umat manusia di dunia. Bersama pimpinan kami, Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi, sejak 1997 digelar aktivitas perniagaan berdasarkan syariat Islam," ujar Gina seperti yang pernah ditulis berbagai media tahun lalu.

Kini, belum sampai 10 tahun, syarikat Rufaqa telah berkembang meliputi perniagaan, pendidikan, teknologi, penerbitan, media, percetakan, supermarket, dan sebagainya. Dewasa ini bisnis Rufaqa sudah beroperasi di lebih dari 20 negara, dinataranya di Perancis, Jepang, Arab Saudi, Uzbekistan dan banyak negara lagi.

Di Indonesia, Rufaqa merintis sebuah komunitas di kawasan Bukit Sentul sejak awal tahun 2004. Meski masih berjumlah puluhan rumah atau keluarga, namun di sini sebuah kekuatan ekonomi sosial sedang menggeliat. Contoh saja, di cluster Victoria, ada dua blok ruko yang mereka tempati. Di sini sedang beroperasi toko kelontong, rumah makan, penerbitan dan vidio. Sedangkan usaha-usaha lainnya masih dalam tahap memulai.

Dalam komunitas Rufaqa, semua berjalan wajar dan biasa-biasa saja. Mungkin hanya geliat ekonomi yang boleh dikatakan anomali bagi sebuah organisasi sosial Islam di Asia Tenggara. Yang unik, mungkin, hampir semua pemimpin dan jamaah Rufaqa mengamalkan poligami.

Poligami -seperti yang ditulis suami Gina, Dr. Ing. Abdurrahman R. Effendi- tak sekadar jalan keluar bagi laki-laki dan penyelamat wanita. Juga menjadi satu cara mendidik para pejuang, pemimpin, dan wanita menuju takwa. Poligami juga adalah salah satu cara membangun kebesaran Islam.

Dr. Ing. Gina Puspita sendiri hidup bersama tiga madunya, yakni; Basiroh, Salwa dan Fatimah. Lalu, bagaimana pandangan para Dr. Ing Gina soal poligami? Berikut rangkuman penuturannya.

Oleh karena tidak sanggup berpoligami, baik karena lemah iman (bagi wanita) atau takut istri, ada yang berani dan berusaha menghalang poligami. Berbagai macam hujah dan dalil diciptakan untuk memperkecilkan poligami

Bencinya mereka pada poligami melebihi kebencian pada pelacuran dan perzinaan atau hidup kumpul kebo yang umum dalam masyarakat. Lalu, mereka berjuang menghalangi poligami tapi tidak berbuat demikian pada pelacuran dan perzinaan.

Tambah dahsyat halnya dengan perempuan yang tidak peduli dengan suami. Pagi-pagi sama-sama keluar bekerja, pulang sama-sama letih dan sama-sama berkelompok. Kelompok yang bercorak women's lib yang dasarnya perempuan diajak menjadi seperti laki-laki. Mereka sanggup mengabaikan suami. Siang ada rapat, malampun ada rapat. Ke sana ke mari tanpa ijin kepada suami.

Bila disebut poligami, golongan perempuan yang beginilah yang sangat menentangngnya, paling keras bahkan ke tahap mau membuat undang-undang untuk menghalangi poligami. Mereka selalu bersembunyi dibalik alasan-alasan seperti kasih sayang tercemar, kekerasan terhadap perempuan, anak-anak terlantar atau ketidakadilan dan sebagainya.

Mereka tidak berpikir kalau suami memerlukan layanannya. Sehingga suami merasa kekosongan dalam hidupnya. Kalau suami itu kepala kantor, perempuan di kantor lebih pandai mengambil hatinya daripada istri di rumah. Dalam keadaan itu bila suami minta menikah lagi dia tidak ijinkan. Dengan alasan dia tidak mau kasihnya terbagi. Padahal sudah lama kasih suaminya terbagi, akibat perbuatan dirinya.



Poligami Karena Allah

Seorang istri yang menghalangi suami menikah, padahal suaminya mampi, adalah istri egois, karena terlalu banyak melayani cinta nafsu. Sebab, bila suami sudah ada hati untuk menikah lagi, bermakna suaminya sudah ada keinginan pada perempuan lain selain dirinya. Seandainya keinginan itu tidak terpenuhi, dihalangi oleh istri, suami itu sudah mulai liar dan tawar hati dengan istrinya. Dirasanya istrinya tidak paham jiwanya, tidak membantu menyelesaikan masalahnya. Jika hal ini terjadi, hubungan suami istri mulai cacat sedikit demi sedikit.

Seandainya istri memahami, malah mendorong hasratnya, maka cintanya akan bertambah. Kepercayaan­-nya, kasih sayang dan rasa terhutang budi akan melimpah ruah pada istrinya. Dan sekurang-kurangnya dia berjanji pada dirinya, "Aku tidak akan sia-siakan pengorbanan istriku."

Apa yang dicemaskan? Kasih yang terbagi, dan malam yang terpaksa digilirkan? Tanpa poligami pun belum tentu suami kita mengasihi kita seratus persen. Dan tidak ada jaminan yang setiap malam adalah "malam pengantin" antara kita dengannya.

Takut kekurangan harta atau ekonomi rumah tangga berantakan? Atau cemas diri tidak dipedulikan? Apa jaminan bahwa tanpa poligami kita kaya, dan akan selalu dimanjakan? Berapa banyak orang yang tidak berpoligami pun kocar-kacir rumah tangganya, selalu berpisah, papa, dan terbiar. Malah orang yang berpoligami, hidup mereka kaya dan bahagia. Malah secara kasar, menurut laporan pengadilan agama, kebanyakan masalah cerai adalah diantara suami istri yang monogami.

Allah membenarkan poligami, dan suami kita suka sekali, tapi nafsu kita sangat membencinya. Artinya kita berada dalam satu medan perang yang sengit. Kita hendak menjinakkan nafsu kita agar menerima sesuatu yang dirasa sungguh pahit. Bagaimana?

Mula-mula kita pahamkan diri kita bahwa Allah tidak bermaksud menyiksa wanita dengan membenarkan poligami. Allah punya maksud baik dan penting untuk keselamatan hidup kita di dunia dan akhirat. Tapi ingat, kehendak Allah itu sangat bertentangan dengan kehendak nafsu kita.

Nafsu kita sangat cinta pada dunia, sedangkan Allah menyuruh kita cinta pada akhirat. Nafsu ingin agar suami itu milik kita seorang sedangkan Allah mau kita cinta kepada-Nya dan cukup dengan Dia saja. Sebab akhirat itu jauh lebih baik dan lebih indah daripada dunia, dan Allah itu jauh lebih hebat daripada suami kita.

Dunia yang kita buru bukan menunggu, tapi semakin lari dari kita. Suami yang kita cintai mau tambah lagi satu istri atau mungkin lebih. Rumah yang kita sayangi kian usang, tiba waktunya akan musnah. Pakaian yang kita sukai kian lusuh dan koyak. Anak-anak yang kita kasihi kian membesar dan kian jauh dari kita. Apa pun isi dunia yang kita rindui dan kita idam-idamkan semuanya akan tinggalkan atau ia akan meninggalkan kita. Semuanya kian rusak dan binasa.
Kita cinta dunia tapi dunia tidak cinta pada kita. Kita buru dunia tapi dunia tidak buru kita bahkan dunia tipu kita. Darso Arief Bakuama

Oleh: Dr. Ir. Eng. Gina Puspita

KEBERKAHAN MENCETAK AL QUR'AN

Melebarnya sayap Nusa, yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi ini tidak lepas dari naluri bisnis Heri Gunawan.

Nusa mulai dirintis orang tua Heri pada tahun 1966. Tahun 1991 Heri diserahkan orang tuanya mengelola Nusa. Di tangan Heri percetakan Nusa rupanya berkembang lumayan pesat yang ditandai dengan berdirinya percetakan Nusa di Manang, Sukoharjo, Jawa Tengah pada tahun 2002 lalu. Di lokasi ini percetakan Nusa menempati lahan seluas dua hektar. Empat mesin percetakan jenis web baru dan mesin-mesin cetak canggih lainnya sudah nongkrong di sini. Untuk mengoperasikan mesin-mesin cetak ini, Heri mempekerjakan 170 karyawan.



Di Kota Solo, nama PT. Nusa (Nusa) dikenal sebagai penerbit dan percetakan raksasa. Menjelang Pemilu 2004 lalu umpamanya, Nusa mendapat order mencetak properti pemilu dari KPU Jawa Tengah. Di awal tahun 2004 beberapa perusahaan penerbitan pers yang beredar di Solo dan Jawa Tengah dan juga JawaTimur sudah mempercayakan Nusa untuk mencetak medianya. Sebuah penerbit legendaris dari Semarang mempercayai Nusa untuk mencetak Alqur'an terbitannya. Kini menurut Heri, setiap bulan percetakannya bisa mencetak 60 ribu eksemplar Alqur'an.

Bagi Heri, tidak ada order cetak yang lebih menyita perhatiannya daripada mencetak Alqur'an ini. Dalam proses pencetakannya, Heri perlu menyiapkan ruangan, kertas dan mesinnya secara khusus. Ruangan yang dipakai untuk mencetak Qur'an terpisah dengan ruangan lainnya. Mesin untuk mencetak juga tidak boleh dipakai untuk mencetak lainnya. Karyawan yang bekerja mencetak Alqur'an juga khusus dan mendapat fasilitas cukup istimewa. Ada 30 orang yang bertugas sebagai korektor. Mereka adalah para hafidz dari pesantren Al Islam, Solo. Sebelum dan sesudah pencetakan, Heri masih perlu mendatangkan beberapa ulama untuk melakukan koreksian.

Menurut Heri, dalam perhitungan bisnis mungkin keuntungan yang diperoleh dari mencetak Alqur'an terbilang kecil. "Tapi, dibalik itu saya mendapat keuntungan yang terlalu besar, yakni keberkahan," aku Heri. "Setiap kali saya mencetak Qur'an dengan mutu cetakan yang bagus, lanjut Heri, saat itu pula saya mendapat order cetakan berskala besar dengan nilai yang memuaskan."



Pernikahan Unik

Perjalanan hidupnya juga diwarnai banyak keunikan. Misalnya, sepanjang masa remaja hingga hari pernikahannya ia sama sekali "dingin" dengan perempuan. Namun, belakangan justru Heri berpoligami, memiliki dua istri. Malah belakangan banyak yang menjadikan Heri sebagai penasehat seputar urusan jodoh dan nikah.

Heri dilahirkan di Solo pada tahun 1964. Meski pribadinya terlihat begitu Njawa, namun sesungguhnya Heri lahir dari pasangan orang tua asal Padang yang hijrah ke Solo. Meskipun orang tuanya mampu, namun Heri tidak pernah duduk di bangku kuliah. Ia hanya menamatkan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta tahun 1983.

Usia 22, Heri sangat ingin menikah. Sayangnya, menikah dengan siapa ia belum tahu, karena belum ada perempuan yang disukainya. "Sampai usia 22 tahun, belum ada perempuan yang saya dekati. Bahkan, oleh teman-teman saya dicurugai "dingin" terhadap perempuan," kenang Heri.

Kerabat orang tua Heri yang tinggal di Jakarta kebetulan mendengar rencana pernikah Heri. Ia kemudian dipertemukan dengan Yuli Choirati (kini 36 tahun) yang ketika itu masih mondok di Pesantren Daarun Najah, Jakarta. Mereka rupanya bisa cocok dan menikah dalam tanun 1997.



Mengagumi Poligami

Sejak remaja, Heri mengaku sudah mengagumi pria poligami. Heri, ketika itu meyakini bahwa poligami adalah sarana menjaga kesucian diri. Banyak kenyataan yang dilihat Heri, yang poligami justru berani berzina. Kenyataan ini diperkuat dengan banyak suami yang terpelihara kesucian diri dan keluarganya dengan berpoligami. Apalagi gurunya, Kiyai Mudzakir, sudah mencontohkan jalan hidup ini.

Dengan Yuli, Heri tidak pernah berdiskusi tentang poligami, menyinggung saja tidak, termasuk menceritakan teman-temannya yang sudah berpoligami. Belakangan, Heri menyaksikan banyak koleganya yang terjerumus dalam perselingkuhan. Tak mustahil, suatu ketika ia juga akan terseret dalam perbuatan tak baik itu.

Dengan sebab itu, suatu ketika Heri berkata pada Yuli, jika ada perempuan yang ingin menikah dengan pria beristri, tolong sampaikan padanya. Yuli tak menyangka, kalimat yang disampaikan Heri dengan nada canda itu adalah sebuah keseriusan. Terbukti, hari-hari sesudah itu Heri dan Yuli selalu terlibat pembicaraan serius mengenai rencana menikah yang kedua kali.

Umumnya seorang istri, awalnya Yuli tak mengizinkan suaminya menikah lagi. Namun belakangan, Yuli menyadari bahwa bila menikah lagi kesucian diri suami dan keluarganya terjaga. Untuk sampai kepada kesadaran itu, menurut Heri, peranan suami dalam memimpin istri sangat penting. Jika suami bisa memberikan keteladanan dalam ibadah, berusaha, dan hubungan baik dengan keluarga serta kehidupan lainnya, maka istri akan selalu menghormati keputusan suami.

Selanjutnya Yuli-lah yang berperan mencarikan calon istri bagi suaminya ini. Yuli menemukan Nur Farida, kini 31 tahun, gadis asal Penumping, Surakarta. Ida -demikian sapaannya- yang bekerja pada sebuah lembaga pendidikan komputer ini adalah teman Yuli dalam sebuah majelis taklim. Sebagai langkah awal, Yuli hanya mengakrabi Ida sebagai teman biasa. Dalam masa ini, Yuli tak lupa memperkenalkan Heri dan anak-anaknya. Kepada Ida, beberapa bulan kemudian Yuli sampaikan niat suaminya untuk mau berbagi pemimpinan dengan dirinya sebagai istri kedua. Ida tidak menolak tapi meminta waktu untuk berpikir.

Tiga bulan berlalu, barulah Ida menyampaikan persejutuannya. Selama tiga bulan itu, Ida tentu perlu mendengar pertimbangan orang tuanya. Beruntung orangtuanya memberikan kebebasan memilih, karena kebahagiaan rumah tangganya tergantung pada keputusannya sendiri. Menurut Ida, ia mau menerima Heri karena akhlaknya baik. Demikian pula dengan Yuli dan anak-anaknya. Untuk lebih meyakinkan kedua orangtua Ida, Heri mengajak Yuli dan anak-anaknya bersilahturahmi. Dalam beberapa kali pertemuan orang tua Ida akhirnya yakin bahwa anaknya tidak salah memilih. Pernikahan Heri yang kedua kalinya itu akhirnya berlangsung pada November 1998.
Kini, Heri baru dikarunia empat anak, semuanya dari rahim Yuli, yakni Zahratul Rifkiana (15), Yuni Hanifah (14), Miqdad Hamdani (10) dan Fadyah Nurhayati (4).

Oleh: HERY SOLO

BAHAGIA SEBAGAI ISTRI KEDUA PETANI TEBU

Mita, itu nama panggilannya. Lengkapnya Nyaik Fitri Pramita. Seperti gadis desa kebanyakan, ia biasa saja. Bahkan rumahnya yang terletak 2 km dari makam keramat Gunung Kawi, benar-benar terpencil, dibanding dengan kondisi lingkungan pesarean yang banyak diburu orang dari berbagai daerah itu. Setamat SMP, Mita harus pindah ke Desa Kromengan, yang berjarak 7 km dari desanya. Tujuannya semata-mata ingin melanjutkan SMK, karena tidak mau pulang pergi tiap hari.


Di Kromengan ini, Mita kos di rumah keluarga M. Asyik yang dekat dengan sekolahnya. Salah satu anak M. Asyik adalah Imam Syafi’i (36) yang tinggal di rumah itu bersama istrinya Umi Khoiriyah (46) dan anaknya Rois (13). Imam dan Umi adalah suami istri dengan keterpautan usia yang memang agak timpang, yakni 10 tahun. Ketika menikah Imam masih terbilang muda, yakni 22 tahun sedangkan Umi sudah 32 tahun.
Beberapa waktu Mita tinggal di sini, Rumini istri M. Asyik yang juga ibu Imam, jatuh sakit dan butuh perawatan dan perhatian yang lebih. Saat itulah, Mita tampil sebagai sosok yang menjawab kebutuhan itu. Mita tampil sebagai gadis yang penyayang. Ini dibuktikannya dengan merawat Rumini, sampai ibu Imam itu meninggal. Ketulusan Mita dalam merawat almarhum Rumini, diakui oleh seluruh keluarganya. “Kesabaran dan ketulusan Mita yang merawat emak, melebih anak kandung sendiri. Sampai-sampai kami merasa tak mampu membalas jasanya,” ujar adik kandung Imam, Nurhayati. Mita memang sudah merupakan bagian dari keluara M. Asyik, bahkan keluarga itu meras Mita tak bisa dipisahkan dari keluarga mereka. Untuk itu, keluarga itu sepakat melamar Mita sebagai istri kedua Imam. Gayung bersambut, istri Imam tidak keberatan dan orang tua Mita merestui.
Kini, setahun suda Mita menjadi istri Imam. Kebahagiaan itu makin dilengkapi dengan kehadiran janin dalam rahim Mita. Sejak menikah, Mita memang tetap tinggal di rumah keluarga Imam, termasuk dengan istri pertama dan anaknya. Namun, ketika usia kehamilan Mita makin bertambah, Imam perlu membelikan sebuah rumah untuk istri pertamanya.
Imam Syafi’i sendiri sebenarnya hanya seorang petani tebu sederhana. Meski demikian, ia selalu bersyukur karena bisa mensejahterakan keluarga poligaminya. “Rasa syukur saya makin berlebih karena kedua istrinya saling rukun, saling menghormati, bahkan seperti adik kakak,” kata Imam.
Sedangkan Umi, istri pertama Imam, sehari-hari berjualan daging sapi di Pasar Pakisaji, Malang. “Dengan kesibukan ini, Alhamdulillah, istri saya bisa mandiri dan ekonomi keluarga saya terbantu itu,” ujar Imam dengan bangga.

Oleh: MITA

BAHAGIA SEBAGAI ISTRI KEDUA PETANI TEBU








Klub Poligami Indonesia Diresmikan

Sebanyak 150 orang undangan dari seluruh Indonesia memeriahkan launching klub poligami di Hotel Grand Aquila Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam.

Para tamu undangan yang datang di antaranya dari Papua, Jakarta, Tasikmalaya dan Garut. Dalam peresmian tersebut, hadir juga ketua klub poligami Malaysia Global Ikhwan Chodijah Binti Am.

Di samping peresmian klub poligami, dalam kegiatan yang bertema `Poligami Obat Mujarab Untuk Mendapatkan Cinta Allah`, digelar juga konser musik, operet dan penjelasan mengenai poligami.

Ketua Global Ikhwan Chodijah Binti Am mengatakan, klub poligami tersebut awal mulanya diresmikan di Malaysia. Untuk itu, global ikhwan akan mendirikan cabang klub poligami di Indonesia dan dimulai dari daerah Jawa dan Sumatera.

"Sebelum meresmikan klub poligami di Bandung, saya sudah berkeliling Indonesia untuk menyampaikan misi tentang poligami," katanya ketika dihubungi ANTARA.

Menurut dia, klub poligami di Malaysia sekarang sudah berjalan dengan lancar bahkan sekarang klub poligami sudah memiliki 300 anggota yang tersebar di berbagai negara, seperti Indonesia, Australia, Singapura, Timur Tengah, Thailand dan negara-negara lainnya.

Ia menjelaskan, poligami menjadi obat mujarab untuk mendapatkan cinta Allah sebab dengan poligami seseorang akan senantiasa mengalami kesusahan dalam hidupnya.

"Ketika dia dalam kesusahan maka dia akan meminta pertolongan kepada Allah. Kesusahan yang dialami seorang istri yang suaminya berpoligami sifatnya terus menerus, maka dia pun akan terus meminta tolong kepada Allah," ujarnya.

Ia mengaku, sebagai wanita awalnya menolak poligami, bahkan seluruh keluarganya pun menolak dengan alasan takut Chodijah tidak bahagia dan terlantar.

Tapi, ia melanjutkan, setelah selama 30 tahun menjalani hidup sebagai seorang istri yang dipoligami, justru dirinya mendapatkan cinta Allah, karena senantiasa berkomunikasi dengan-Nya.

Chodijah tidak memungkiri jika pendirian klub poligami di Indonesia akan menimbulkan penentangan dari berbagai pihak apalagi kaum hawa. "Hal itu juga terjadi di Malaysia ketika pertama kali dideklarasikan, namun sekarang semua sudah bisa menerimanya," katanya.

"Untuk di Indonesia sendiri saat ini ada 30 keluarga yang bergabung dalam klub poligami dan sementara saya akan mendeklarasikan di Jawa dan Sumatera dulu. Sudah itu baru ke seluruh Indonesia," katanya.(*)

http://www.antaranews.com




Fitnah


Seorang pejabat publik, yang akrab dipanggil Pak Khalid, dipanggil di ruang kerja atasannya. Dia ditanya sehubungan adanya kabar bahwa ia telah menikah lagi. Maka terjadilah dialog yang seru, seperti berikut ini.
Pimpinan: "Pak Khalid, saya mendengar kabar, sampeyan telah menikah lagi dan mempunyai dua istri. Hari ini saya ingin kebenaran kabar tersebut langsung dari sampeyan, bagaimana sebenarnya."
Pak Khalid: "Wah, terima kasih atas pertanyaannya. Berarti Bapak memperhatikan saya. Tapi saya ingin menegaskan bahwa itu fitnah besar. Sungguh, saat ini saya tidak mempunyai dua istri."
Pimpinan: "Baik, saya percaya Pak Khalid. Jadi itu berita bohong, tidak benar ya."
Pak Khalid: "Ya Pak, itu berita dusta, fitnah. Sebab, yang benar bukan dua, tetapi tiga!"
Pimpinan: "Oh, Alhamdulillah Pak Khalid benar kena fitnah."

Oleh: Hamdan
di www.poligamiindonesia.com




Fitnah


Seorang pejabat publik, yang akrab dipanggil Pak Khalid, dipanggil di ruang kerja atasannya. Dia ditanya sehubungan adanya kabar bahwa ia telah menikah lagi. Maka terjadilah dialog yang seru, seperti berikut ini.
Pimpinan: "Pak Khalid, saya mendengar kabar, sampeyan telah menikah lagi dan mempunyai dua istri. Hari ini saya ingin kebenaran kabar tersebut langsung dari sampeyan, bagaimana sebenarnya."
Pak Khalid: "Wah, terima kasih atas pertanyaannya. Berarti Bapak memperhatikan saya. Tapi saya ingin menegaskan bahwa itu fitnah besar. Sungguh, saat ini saya tidak mempunyai dua istri."
Pimpinan: "Baik, saya percaya Pak Khalid. Jadi itu berita bohong, tidak benar ya."
Pak Khalid: "Ya Pak, itu berita dusta, fitnah. Sebab, yang benar bukan dua, tetapi tiga!"
Pimpinan: "Oh, Alhamdulillah Pak Khalid benar kena fitnah."

Oleh: Hamdan
di www.poligamiindonesia.com




Ambil Bagian Orang Lalai



Seorang tamu yang datang ke kediamannya bertanya kepada seorang kiyai terkenal di Jakarta, mengapa ia kawin lagi? "Saya kawin lagi karena mengambil bagian orang-orang yang lalai mengambil bagiannya, yakni para duda, pastor, bhiksu, kaum gay dan mereka yang tidak mampu menikah," demikian jawaban kiyai itu singkat.

Oleh: Hamdan
di www.poligamiindonesia.com


Seperti Fir'aun

Seperti yang kita tahu, Firaun adalah orang yang paling berani melawan Tuhan (Allah) dalam catatan sejarah umat manusia. Pada suatu hari, atas saran para dukunnya, Firaun memerintahkan semua bayi laki-laki yang dilahirkan oleh Bani Israil di Mesir harus dibunuh tanpa kecuali.
Allah SWT kemudian mewahyukan kepada Isteri Imran yang baru saja melahirkan bayi bernama Musa, agar menghanyutkan bayinya ke sungai Nil.
Singkat cerita, bayi Musa itu ditemukan oleh Asiah (isteri Firaun) di sungai Nil, dan dibawa kehadapan Firaun. Asiah berkata: "Aku menemukan bayi ini di sungai Nil, dan aku jatuh hati padanya serta ingin memelihara dan membesarkannya".

Firaun, setelah melihat sekilas kearah bayi itu, dan yakin bahwa bayi itu dari Bani Israil karena ia dibungkus dengan kain tenunan Bani Israil, menjawab, "Jika itu kehendakmu, dan merupakan kesenanganmu, maka terserah saja, aku tidak berkeberatan".
Bayangkann saja...!!! Firaun yang berani menentang Allah sekalipun, tetapi justru tidak berani menolak keinginan isterinya.
Jadi kalau ada diantara manusia lain, termasuk mungkin diantara anggota Anda yang sedang mengunjungi web ini, yang takut sama isteri untuk menikah lagi alias berpoligami, ya tidak mengherankan, wong, Firaun saja takut koq sama isterinya.

Oleh: Abdul Matin

Pola Pikir Intelektual

Setelah sama-sama pulang dari kuliah selama enam tahun di Eropa, Hasan dan Anton baru bertemu lagi setelah delapan tahun berpisah. Dua sahabat ini tinggal dan bekerja di dua kota yang berbeda. Selama delapan tahun mereka tak berjumpa banyak hal yang berubah, terutama pada diri Hasan, kini ia memiliki tiga orang istri.

Sebagai teman baik ketika di Eropa dulu, Anton tentu kecewa dengan pilihan hidup Hasan sahabatnya ini. Setelah saling menyapa dan menanyakan keadaan masing-masing, Paulus membuka percakapan. "Terus terang saya kecewa dengan kamu. Kita lama di Barat. Bukan hanya mengambil ilmu tapi nilai kehidupan lainnya juga kita ambil. Saya tadinya yakin kami akan meninggalkan agamamu dan mengikuti agama mayoritas orang Barat. Eh, sekarang kamu makin alim dan malah beristri tiga. Payah kamu..." demikian keluh Anton.
"Justru pola pikir kamu itu yang payah. Sebagai seorang intelektual, saya lebih memilih beristri tiga tapi hanya punya satu Tuhan, dari pada hidup dengan satu istri tapi punya tiga tuhan," jawab Hasan tegas.

Oleh: Hamdan
di www.poligamiindonesia.com





Obama ingatkan bahaya facebook


Presiden Barack Obama mengingatkan pada remaja AS bahaya menaruh terlalu banyak informasi pribadi di situs jejaring sosial. Obama menyebut hal itu bisa menghantui kehidupan di kemudian hari.

Kata-kata presiden itu muncul setelah penelitian yang menunjukkan pemberi kerja di AS semakin banyak yang bergabung ke situs semacam Facebook dan MySpace untuk melakukan penelitian pada pelamarnya .

Dalam tanya jawab dengan sekelompok siswa 14 hingga 15 tahun, Obama ditanya mengenai sarannya untuk menjadi presiden AS. "Baiklah akan aku beri beberapa tips praktis. Pertama aku ingin semua orang di sini untuk hati-hati menyangkut apa yang diposting di Facebook. Karena di era YouTube apapun yang kamu kerjakan akan muncul kembali di kemudian hari,” katanya.

“Dan saat muda kamu membuat kesalahan dan melakukan hal bodoh. Dan kamu sudah tahu banyak anak muda yang memposting sesuatu di Facebook dan tiba-tiba melamar pekerjaan dan orang laian melakukan penelitian,”

Obama mengajukan beberapa kesalahan yang dibuatnya saat di sekolah. Dia juga mengaku pernah menggunakan obat terlarang saat muda.

Surve pada Juni oleh careerbuilder.com mendapati 45 pemberi kerja menggunakan situs jejaring sosial untuk meneliti para pelamarnya dan Facebook yang memiliki 250 juta user di seluruh dunia merupakan situs favorit.
(red06/inilah)




BAHAYA FENOMENA FACEBOOK

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa .

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.



Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih...... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.


Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan. ..

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” .

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.



Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.


Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab


Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....


Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.



Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha
“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah.. ..


Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,
maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).


Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).


Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

************ ********* ***************** ********* ************
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.

Jazakallah khair
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa .

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih...... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.


Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan. ..

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” .

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.



Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.


Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab


Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....


Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.



Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha
“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah.. ..


Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,
maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).


Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).


Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

************ ********* ***************** ********* ************
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.

Jazakallah khair
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa .

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih...... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.


Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan. ..

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” .

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.



Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.


Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab


Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....


Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.



Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha
“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah.. ..


Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,
maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).


Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).


Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

************ ********* ***************** ********* ************
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.

Jazakallah khairan katsira.....



Bahaya Pornografi Bagi Anak

Tak perlu ikut pusing dan repot mendefinisikan pornografi, bermain kata-kata untuk mencari celah kebolehannya. Dalam Islam, mengumbar aurat, melukiskan atau menceritakan hubungan intim adalah dilarang.. juga, sesuatu yang dapat membangkitkan gairah seksual sehingga memicu penyaluran bukan pada tempat yang dihalalkan adalah haram. Sebab telah terbukti kerusakannya, tidak saja pada orang dewasa bahkan anak-anak.
Terdapat banyak bahaya yang ditimbulkan oleh pornografi, yang sifatnya secara berangsur-angsur dan bisa menyebabkan kecanduan. Seperti orang yang gemar minuman keras, lama-lama dia akan menjadi pecandu. Anak-anak juga demikian, semakin sering melihat hal-hal berbau pornografi, kemungkinan terjadi penyimpangan seksual atau kecanduan seks semakin besar.



Apalagi saat ini media electronik dan massa, semakin gencar menayangkannya. Kondisi semacam ini akan memperbesar bahaya potensial yang ada pada pornografi. Berikut ini, beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh pornografi berdasarkan penelitian dan pengamatan di Negara yang mempelopori adanya seks bebas (free sex) yaitu Amerika.
1. Pornografi dapat membuat anak menjadi korban kekerasan seksual
Di negara barat yang mempunyai akses internet lebih leluasa, para pengidap pedhophilia (orang yang senang melakukan hubungan seks terhadap anak-anak kecil) dan pemburu seks memanfaatkannya untuk mencari mangsa (anak-anak). Internet merupakan media yang terbukti nyata sebagai alat berguna bagi mereka. Semakin sering mereka mengakses pornografi lewat internet, semakin tinggi resiko melakukan apa yang diihatnya, termasuk kekerasan seksual, perkosaan, dan pelecehan sekseual terhadap anak.
2. Hubungan pornografi dengan perkosaan dan kekerasan seksual
Menurut salah satu penelitian, anak dibawah 14 tahun yang melihat pornografi, lebih banyak terlibat praktek penyimpangan seksual, terutama perkosaan. Sedikitnya lebih dari sepertiga pelaku pelecehan seksual pada anak dan pemerkosa dalam penelitian ini, mengaku melakukannya akibat melihat pornografi. Dari 53% pelaku itu dilaporkan menggunakan pornografi sebagai rangsangan untuk melakukan aksinya.
Kebiasaanmeng konsumsi pornografi dapat menyebabkan ketidakpuasan terhadap bentuk pornografi yang lembut, sebaliknya semakin kuat ingin melihat materi-materi yang mengandung penyimpangan dan kekerasan seksual. Dalam sebuah penelitian terhadap para napi yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak, 77% dari mereka yang melakukannya terhadap anak lelaki dan 87% yang melakukan terhadap anak perempuan mengakui terbiasa menggunakan pornografi sebagai pendorongnya.
Pornografi juga mempermudah pelecehan seksual terhadap anak dalam berbagai cara. Contohnya, para pedofilia menggunakan foto/gambar porno unuk menunjukkan pada korbannya bahwa suatu aktivitas seksual tertentu tidak mengapa. Mereka akan berkata, “Orang ini menikmatinya, demikian juga kamu nanti.”
3. Pornografi menyebabkan penyakit seksual, hamil diluar nikah, dan kecanduan seks
Semakin sering anak-anak melihat baik pornografi “lembut” atau hal-hal yang mengandung penyimpangan seksual mereka akan mempelajari sebuah pesan yang sangat berbahaya dari pembuat pornografi, yaitu “seks tak bertanggung jawab adalah boleh dan dibutuhkan”. Karena, pornografi mendorong ekspresi seksual tanpa tanggung jawab, hal ini akan membahayakan kesehatan anak. Salah satunya adalah terjadinya peningkatan secara terus menerus penyakit kelamin.
Di AS, sekitar 1 dari 4 remaja yang telah melakukan hubungan seksual, menderita penyakit kelamin tiap tahunnya. Hal ini menhasilkan 3 juta kasus penyakit kelamin pada remaja. Rata-rata insfeksi Syphilis di antara para remaja telah meningkat lebih dari 2 kali lipat, sejal pertengahan tahun 1980-an. Jumlah anak yang terkena penyakit kelamin setiap tahunnya, lebih banyak disbanding jumlah seluruh penderita polio selama 11 tahun, saat terjadi wabah pada tahun 1942-1953. Hasil lain yang terlihat jelas dengan adanya aktivitas seksual pada anak-anak adalah peningkatan jumlah kehamilan di anatara para pelajar.
Penelitian telah menunjukkan bahwa lelaki yang melihat seabrek hal-hal yang berbau pornografi sebelum usia 14 tahun (bukan berarti setelah usia ini boleh melihat-red), lebih aktif secara seksual dan sibuk dengan aktivitas seksual yang beraneka ragam daripada yang tidak melihat. Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa di antara 932 pecandu seks, 90% lelaki dan 77% perempuanmenyatakan bahwa pornografi berhubungan nyata dengan kecanduannya itu.
4. Pornografi mendorong anak melakukan tindakan seksual terhadap anak lain
Anak-anak sering meniru apa yang dibaca, dilihat atau yang didengar. Banyak penelitian mengemukakan bahwa pornografi dapat mendorong mereka melakukan tindakan seksual terhadap anak yang lebih muda, kecil dan lemah. Para ahli di bidang kejahatan seksual terhadap anak menyatakan bahwa aktifitas seksual pada anak yang belum dewasa selalu memunculkan 2 kemungkinan pemicu : pengalaman dan melihat. Hal ini berarti bahwa anak-anak yang menyimpang secara seksual mungkin telah tercemar atau gampang melihat hal-hal seksual melalui pornografi.
Dalam sebuah penelitian dari 600 lelaki dan perempuan usia SMP dan di bawahnya di AS, peneliti Dr. Jennings Bryant menemukan bahwa 91% lelaki dan 82% wanita mengaku telah menonton film porno atau yang berisi kekerasan seksual. Lebih dari 66% lelaki dan 40% wanita dilaporkan inginmencoba beberapa adegan seks yang telah ditontonnya. Dan diantara Siswa Sekolah Menengah (SMP), 31% lelaki dan 18% wanita mengaku benar-benar melakukan beberapa adegan dalam film porno itu, beberapa hari setelah menontonnya.
5. Pornografi mempengaruhi pembentukan sikap, nilai dan perilaku
Pesan-pesan yang tidak bertanggungjawab yang sangat kuat dari pornografi, bisa mengajari anak-anak tentang masalah-masalah seksual.
Foto, video, majalah, game, dan situs internet yang berbau porno yang menggambarkan perkosaan dan tindakan tak berprikemanusiaan pada wanita dalam adegan seksual, menjadi alat perusak bagi pendidikan seks. Bahayanya bagi anak bercabang-cabang, sebagaian adalah perubahan perilaku. Berulang-ulang penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak melihat bentuk-bentuk gambar pornografi, punya pengaruh dramatis pada pelakunya yaitu bagaimana mereka melihat wanita, kejahatan seksual, hubungan seksual, dan seks pada umumnya. Kesimpulan penelitian-penelitian ini tak terbantahkan dalam kenayataan, yaitu:
Ketika responden pria diberi pornografi jenis kasar selama sedikitnya 6 minggu, mereka :
· Terbentuk sifat kasar secara seksual yang semakin meningkat terhadap wanita
· Mulai menyepelekan perkosaan sebagai tindak kejahatan atau tak lagi menganggapnya sebagai kejahatan
· Terbentuk persepsi yang menyimpang terhadap seks
· Muncul hasrat yang besar terhadap jenis pornografi yang lebih menyimpang, aneh, atau kejam(seks yang normal tidak lagi dirasakan memuaskan)
· Menghilangkan nilai penting perkawinan dan mengurangi keyakinan bahwa perkawinan merupakan ikatan yang sah
· Memandang seks bebas sebagai perilaku normal dan alami
6. Pornografi mengganggu jati diri dan perkembangan anak
Selama waktu kritis tertentu pada masa kanak-kanak, otak anak kecil telah terprogram tentang orientasi seksual. Selama periode ini, pikiran tersebut terlihat membangun jaringan mengenai apa yang merangsang atau menarik seseorang. Melihat norma-norma dan perilaku seksual yang sehat selama waktu kritis itu, dapat membentuk orientasi seks yang sehat. Sebaliknya, jika melihat penyimpangan seksual bisa terpatri dalam otaknya dan menjadi bagian tetap dalam orientasi seksualnya.
Temuan-temuan Psikolog Dr. Victor Cline menyatakan bahwa ingatan-ingatan dari pengalaman yang terjadi saat perasaan terangsang (termasuk di sini rangsangan seksual) dipatri di otak oleh epinephrine, suatu hormone dalam glandula adrenalin, dan susah dihapus. Hal ini mungkin merupakan sebagian penjelasan tentang pengaruh candu pornografi. Melihat pornografi bisa membuat kondisi seseorang secara potensial mengulangi fantasi seksualnya sewaktu masturbasi.
Indentitas seksual terbentuk secara berangsur-angsur pada masa kanak-kanak dan remaja. Sebenarnya, anak-anak umumnya tidak memiliki suatu kekuatan seksual alami sampai menginjak usia 10 dan 12 tahun. Selama perkembangannya, anak-anak khususnya mudah terkena pegaruh yang mempengaruhi proses perkembangan itu. Jalur singkat melalui pornografi membelokkan proses perkembangan kepribadian normal, denganmemberikan informasi yang salah tentang seksualitas, perasaan terhadap diri dan jasmani yang membuat anak binggung, berubah dan rusak.
Pronografi sering mengenalkan pada sensasi seksual sebelum waktunya. Padahal secara perkembangan, anak-anak belumlah siap menghadapinya. Pengetahuan tentang sensasi seksual ini dapat membingungkan dan memberi rangsangan berlebihan pada anak. Rangsangan seksual pornografi dan akibat akhir yang diperoleh darinya adalah merusak jiwa. Contohnya, jika rangsangan awal pada seorang anak lelaki adalah foto-foto porno, dia akan terbiasa terangsang melalui foto-foto itu. Hasilnya adalah sulit bagi seseorang mengalami kepuasan seksual, selain dari gambar-gambar porno.
Anak-anak merupakan amanah Allah. Untuk itu, seharusnya dijaga dan dididik sebaik-baiknya. Jangan biarkan moral dan akhlaknya teracuni pornografi yang sudah terbukti pengaruh buruknya. Seharusnya umat Islam bisa mengambil pelajaran dari bobroknya moral bangsa barat akibat menurutkan hawa nafsu mereka. Bukannya malahmeniru dan berusaha membudayakan. Jangan relakan anak-anak kita yang sudah berada dalam kesucian Islam ternodai budaya setan.
Sumber : Majalah Nikah Vol. 3 No. 4, Juli 2004






topads

ads2

Related Websites

Be Smile Be Happy

Content right

free counters

Content left

Popular Posts

Powered by Blogger.

Like us on Facebook